Wednesday, November 30, 2022

ke tujuh belas

 Bacaan halaman 132-147


Hari ini saya membaca di bab yang baru lagi yaitu "Feels like i always need someone" nggak semua orang yang kita peduliin juga bakal peduli sama kita <- harsh truth. dan itu nyakitin beberapa orang, tapi anehnya ga semua kayak gitu. Kadang kita susah paham dengan orang yang cuek atau yang tertutup banget. Atau bisa jadi kita orang cuek itu kita. Orang yang gak nyaman dengan kedekatan, yang sulit terbuka. Ini ada hubungannya dengan masa lalu kita. Kelekatan atau keterikatam emosi kita dengan figur yang kita anggap penting di hidup kita. Menurut Fraley, faktor pengalaman jadi peran terbesar dalam membentuk attachment style yang kita bawa sampai kita tumbuh dewasa. Nggak cuma pada saat masa kecil  ketika tumbuh menjadi remaja pun, attachment style masih bisa berkembang. 


Attachment styles ada 4. yang pertama secure. style ini cendeeung rendah kecemasan nya, rendah juga kecenderungan dia menghidar daei attachment. Yang kedua Anxious Pre-occupied, dia sangat takut diabaikan, sering khawatir kalo orang lain menganggap dirinya tidak berharga, suka ovt. Yang ketiga Dismissive, mereka super mandiri dan nggak takut kehilangan. Kesannya paling anti nempel dan paling anti ditempelin. Dan yang terakhir Fearful, mereka punya high avoidance dan high anxiety. 


Semua relationship dalam hidup kita adalah hasil dari kita mencoba untuk mencari apa apa yang hilang dari relationship kita dengan orangtua kita.


Jadi gimana biar kita bisa merasa normal? yang bikin nggak tenang itu ada "ketergantungan pada manusia disini" karena bergantung dengan makhluk lain yang sama lemahnya dengan kita, itu menyengsarakan. mereka seringnya gak memenuhi ekspertasi yang kita buat sendiri yang akhirnya juga mengecewakan kita. Jadi jangan bergantung pada apa yang gak bisa bertahan.



Sunday, November 27, 2022

ke empat belas

Bacaan halaman 120-129

Masih sama tentang kemarin, masih tentang "Insecure" Bagaimana jika orang terdekat kita yang membuat kita insecure? yang seharusnya mereka mendukung malah menjadi penyebab kita insecure. Kita justru mendengarkan orang sekitar yang membuat kita menjatuhkan diri sendiri, yang membuat kita semakin menyakiti kita sendiri. Kenapa? karena kita yang bentuk. Kita membiasakan diri terpapar oleh hal hal itu. Kita yang bentuk reference point kita. Sebenernya kita bisa kok memilih mana yang perlu kita dengar dan yang gak perlu. Kita bisa nggak peduli dengan omongan orang yang merendahkan kita, kalau tujuan hidup kita gak ada dengan kaitan nya dengan itu. 

Tapi sebenernya insecurity juga diperlukan. Bayangkan ada orang yang lahir tanpa pernah merasa insecure. pasti dia gak akan berkembang karena merasa dirinya udah cukup. Nggak ada dorongan dari dalam yang membuat diri nya berusaha menjadi lebih dari dirinya sekarang. Kekhawatiran kita tadi yang menghabiskan waktu kita tadi. Jadi kata kata orang sekitar kita tadi jangan dipikirkan melainkan dijadikan dorongan untuk kita menjadi lebih dari kita yang sebelumnya. 


Refleksi tomat

Hari ini juga aku gak lupa buat nyiramin tomatku, tapi aku lupa buat foto tomatku. mereka masih sehat sehat aja dan daunnya menurutku juga semakin banyak dari hari pertama.

Saturday, November 26, 2022

ketiga belas

 Bacaan halaman 109-119


Hari ini saya membaca bab yang baru yaitu "feels like im never enough" Salah satu cara kia berpikir yang ngeselin adalah Kita menyimpulkan sesuatu berdasarkan reference point. nggak absolut. bayangkan kita punya social medi.. Hal yang bisa kita akses dengan tangan sesering mungkin, segampang itu dan dengan beberapa sentuhan kitabisa melihat gambaran-gambaran kehidupan orang lain yang menyenangkan, lalu kita meratapi hidup kita sendiri. Lalu , lahirlah insecurity. Ini memang salah satu dari sekian banyak faktor, tapi ini faktor yang besar. Kalau tiba - tiba kita merasa insecure, coba berkaca lagi, akhir - akhir ini, apa yang sering mata kita konsumsi? Video - video orang glow up? Pamer harta kekayaan? Itu semua terpupuk. Insecurity munculnya halus banget. Mungkin awal awal emang kita ikut senyum, berandai andai, tapi setelah itu? 

Tapi ada hal yang ga bisa kita pungkiri yaitu kitalah yang menentukan standar berdasarkan reference point yang kita terima. Insecurity gabisa dipisahkan dengan comparison atau perbandingan. Hampir semua Insecurity yang kita alami diawali dengan membandingkan dirj kita dengan sesuatu. Contohnya.  Orang yang belum menikah insecure dengan temannya yang sudah menikah. Orang yang sudah menikah bisa merasa insecure dengan yang udah punya anak. Kalau reference point kita kayak gitu, gak bakal ada ujungnya. Kita bakal terus terusnya membandingkan. 

Killing Insecurity. Seringnya kita lebih memilih untuk berusaha agar orang-orang bisa menerima kita daripada menerima diri sendiri. Self esteem punya peran yang besar. Bagaimana kita bisa "menghargai" seberapa diri kita.  


Refleksi tomat

Tomatku masih selalu sehat, aku ga lupa buat nyiramin mereka. dan mereka jadi tinggii, tapi aku lupa buat foto lagi hehe.


Friday, November 25, 2022

kesepuluh - ke dua belas

 Refleksi

Tanggal 2 sampai dengan 25 kami semua mengikuti sit in. Yang saya dapat selama tiga hari itu adalah saya diajak untuk mencari cita cita, mencari jawaban ingin bekerja atau kuliah? yang sangat memotivasi saya kedepannya. Apasih pentingnya mencari kerja, atau apasih pentingnya berkuliah. Saya merasa termotivasi di bagian Pak Barus, dia sangat memotivasi saya tapi saya agak lupa dengan kata-kata nya karena saya lupa nulis, hehe. Di hari ketiga aku mendapat bagian untuk bisa berkunjung di UKDW. Di sana aku dan teman teman ku sekelompok diajak untuk berjalan jalan melihat kampus nya, dan kebetulan aku juga diajak ke prodi kedokteran, disana saya melihat Cadaver, dan belajar banyak hal. Kami juga dapat makan siang yang enakkk. Pokoknya seru waktu aku di UKDW

Tuesday, November 22, 2022

kesembilan

 Bacaan halaman 96-107



Hari ini melanjutkan yang kemarin. Family loneliness timbul dari hubungan orang tua-anak-saudara. Misalnya orang tua yang mengabaikan kebutuhan anak atau sebaliknya, anak yang gapunya waktu untuk orang tua. Atau bisa juga hubungan kakak beradik yang tidak pernah akur atau jarang berkomunikasi. Sementara romantic loneliness, timbul dari kurangnya kedekatan yang sehat terhadap pasangan. Pasangan yang tidak mau mendengarkan atau kurangnya dukungan emosional dari pasangan. Emotional loneliness ini lebih kompleks, gak bisa hilang begitu saja.

Loneliness itu menular. Ada banyak faktor, karena sebenernya ini masalah sosial. Contohnya, saat kita melihat seseorang menunjukkan betapa kesepiannya mereka, lalu kita jadi merasa ikut diingatkan. Ketika teman kita marah, kesal, sedih, sangat mudah bagi kita untuk merasakannya. Orang orang kesepian biasanya menjauh dan lebih memilih bersama kesendiririannya. Ada dua cara untuk escape loneliness. Yang pertama reconnection, yaitu usaha untuk terhubung kembali dan memperkuat intensitas interaksi. Yang kedua deepending yaitu memperdalam relasi dengan menghadirkan kedekatan yang lama. Tapi escaping loneliness juga gak gampang, butuh waktu dan pengorbanan. Bisa juga dengan minta bantuan orang terdekat untuk menghabiskan waktu dengan mereka.

"kita semua akan merasakan ini" karena yaa pasti semua hal di dunia akan pergi ninggalin kita, siapapun itu pasti mereka akan pergi pada waktunya. Semua akan pergi pada waktunya, yang membuat kesepian itu dateng lagi. Tapi kita harus punya bantalan besar biar kesepian itu ga dateng lagi, dengan tetap percaya kepada Tuhan. Tapi jika kita kesepian dan ada seseorang yaang selalu bisa dimintai tolong. Kindness, The act of Kindness. Kita bisa berguna untuk orang lain, ketika kita bisa memaknai keberadaan kita dengan dampak yang positif. Hal itu bisa mengatasi perasaan kesepian itu. 

Refleksi Tomat

Hadi ini tomatku masih sama kayak kemarin. aku lupa buat foto tomatku lagi hehe. Tapi mereka masih sehat sehat aja kok, karena aku ga lupa buat nyiramin mereka di pagi hari.


Monday, November 21, 2022

kedelapan

 Bacaan halaman 90-95

Hari ini saya mulai membaca di bab baru yaitu "Feels like I dont have friend" di buku ini dikatakan kita adalah generasi yang paling kesepian, ada sebuah studi yang menanyakan orang orang "Dalam keadaan krisis, berapa teman dekat yang bisa kamu hubungi?" Jawaban paling umum yang didapat adalah nol alias gak ada. Kita merasa gak punya siapa siapa, merasa ditolak, merasa gak dilibatkan, merasa gak diajak. Kita merasa nggak ada yang peduli sama kita, padahal kita sudah peduli. Dan lama kelamaan kita memilih untuk semakin menjauh. Dan itu membuat terjadinya loneliness. Sebuah fase pembelajaran bahwa kita manusia gak bisa selalu bersama, akan ada waktunya renggang, menjauh, berpisah. Bahwa kita gak akan menjadi prioritas seseorang. Bahwa pada akhirnya, hubungan kita dengan manusia lain nggak selalu bisa diandalkan dan dijadikan prioritas. 


Type of loneliness (secara kondisi) ada empat, yang pertama Physical Aloneness ketika kita dalam situasi sendiri, nggak ada orang, dan jauh dari keramaian. Yang kedua Loneliness yaitu perasaan ditolak oleh orang yang kita kenal atau bisa dibilang "gak diajak." Yang ketiga The State of Feeling Isolated yaitu ketidakmampuan memahami kondisi dirinya secara kognitif (pikiran), ini lebih ke krisis eksistensi. Dan yang terakhir adalah Solitude yaitu keadaan hidup atau bekerja sendiri, yang justru nggak menimbulkan perasaan sakit kayak loneliness atau isolation. Kalau secara prinsip loneliness dibagi menjadi dua. Yang pertama, Social Loneliness. Tipe yang hasil dari kurangnya networking, hubungan sosial dengan manusia lain, merasa gak dilibatkan, kurangnya interaksi sosial. Misalnya, kita baru pindah dari suatu tempat dan kita kesusahan beradaptasi dengan lingkungan baru. Cara mengatasinya dengan beradaptasi, mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan, mencari kegiatan. Dan ini harus diawali dengan mengenal diri sendiri, agar bisa memahami lingkungan mana yang cocok untuk kita, yang bisa menerima kita. Yang kedua, emotional loneliness. Tipe yang disebabkan dari kurangnya kedekatan, kelewatan dan attachment dengan orang lain. Emotional loneliness juga umumnya dibagi dua yaitu family loneliness dan romantic loneliness.


Refleksi Tomat

Hari ini aku lupa buat foto tomatku, tapi tomatku tetep sehat sehat aja. Aku gak lupa buat nyiramin mereka jugaa. Mereka juga makin lama makin gede kalo diliat liat.

Sunday, November 20, 2022

ketujuh

 Bacaan halaman 83-87

Masih bicara tentang harapan sama seperti di post an sebelumnya. Dituliskan, kita emang butuh banget untuk selalu punya harapan hidup karena bisa menjadi faktor terbesar kita bergerak. Walaupun kita kadang menaruh harapan di tempat yang salah tapi kita juga membuat harapan baru yang disitu menjadi penggerak untuk kita terus maju. Kalau kita melihat orang yang kehilangan orang orang yang tersayang dalam hidupnya, orang penting dalam kehidupan nya. Walaupun hancur pada saat itu, mereka akan bangkit seiring berjalannya waktu. Atau mungkin orang orang dengan kekurangan yang gak bisa kita bayangkan kalau kita mendapatinya, kita pasti mikir. Masih bisa punya harapan buat hidup gak sih? Jelas, mereka masih punya harapan, mereka masih bisa terus maju. Kapasitas harapan pada manusia itu besar banget. Sehingga walaupun terlihat seperti nggak ada harapan lagi, kita masih tetep bisa menemukannya. Dan mereka yang mau terus berusaha dan percaya. Jadi walaupun kita kehilangan sebuah harapan, dan kita merasa hancur, merasa tidak ada harapan lain lagi. Kita tetap masih bisa menemukan harapan yang lain, dan kita pasti tetap bisa bangkit dan terus maju lagi.


Refleksi Tomat

hari ini aku lupa foto tomatku lagii. Tapi mereka sehat sehat aja, malah kelihatan makin sehat jugaa makin tinggi. Daun mereka juga kayaknya makin banyak, tapi gatau apa perasaan ku aja. Tapi mereka makin lama makin gede. Soalnya aku ga lupa buat nyiram tomatku heheh. Gitu aja hari inii.

Saturday, November 19, 2022

keenam

Tanaman Tomat

Hari ini aku lupa buat foto tomatku, jadi aku pake foto lain dulu ya hehe. Aku juga lupa buat nyiramin tomatku :((( jadi dia agak sedikit layuu, karena aku nyiraminnya pas sore. Tapi aku jadiin pelajaran buat ga lupa buat nyiram to dan mat, biar nanti mereka cepet gedenyaaa.



Bacaan halaman 74-81

Hari ini saya mulai baca pada halaman 74, ngelanjutin yang kemaren. Hari ini bacaan nya sama, tentang harapan. Waktu masih kecil, kita adalah manusia yang penuh harap, rasanya semua terasa mungkin, nggak ada yang kita khawatirkan, kita tetap optimis. Lalu saat kita beranjak dewasa, kita mulai terdapat realitas, mulai sadar ternyata hidup nggak semudah itu. 

Harapan-harapan yang kita bangun seringnya kalah, dihajar oleh realitas. Berulang-ulang.

Walaupun kita berkali-kali dijatuhkan oleh harapan, walaupun kanan dan kiri kita bilang untuk menyerah aja, walaupun memang terkesan udah nggak ada lagi harapan, tapi tetap aja kita bisa menemukan harapan lagi. Tapi harapan juga nggak datang sendirian, dia datang membawa kekhawatiran. Memang compicated. Tapi kadang kita butuh untuk terus maju, terus punya alasan untuk tetap hidup. Cara menghilangkan sebuah harapan, ya dengan terkabulnya harapan itu. Pasti harapan juga langsung ikut hilang. Selanjutnya atau kapanpun pasti kita butuh harapan baru. Jadi, kita harus pandai-pandai menaruh harap. Jangan sampai kita kehabisan harapan di tengah jalan. Tapi harapan juga penggerak yang besar juga. Di balik harapan yang paing besar, tersimpan juga potensi kekecewaan yang sama besarnya. 

Friday, November 18, 2022

kelima

Tanaman Tomat

Hari ini to dan mat masih sama ajaaa. Masih sehat dan aman aman azza. Aku juga ngga lupa buat nyiramin mereka di pagi hari dan kasih mereka cahaya matahari yang cukupp. Sehat sehat ya to dan mat heheheh.








Bacaan halaman 65-73

Hari ini saya mulai membaca pada halaman 65. Dituliskan "Hope is a Dangerous Thing" yang berarti berharap adalah hal yang berbahaya. Seseorang yang begitu besar mimpinya dan menyerahkan hampir seluruh waktunya, tenaganya semua untuk mimpinya. Misalnya, dia ingin punya banyak uang, harapan dia adalah menjadi orang kaya. Mungkin nggak ada yang salah dari harapan itu  tapi ada hal yang bisa membuatnya salah. Sejak kecil, pasti semua tenaga, waktu dan fokus dikerahkan untuk menjadi orang kaya, sehingga terbentuknya motivasi untuk apa dia hidup. Yang membuat dia bisa terus maju adalah harapan akan tercapainya keinginan itu. Itulah kenapa dia akan terus ngelakuin, dan bakal terbentuk value hidupnya. Dia akan menilai self-worth nya berdasarkan pencapaian hal itu. Dan. Kalau gak tercapai, dia akan membenci dirinya, membenci kehidupannya dan kehilangan alasan untuk hidup.

Fokus ke mimpi – nggak tercapai – benci diri sendiri – hilang alasan hidup – ???

Kenapa kayak gitu? karena besarnya pegangan dia terhadap harapan tersebut. harapan yang dijadikan fondasi besar para hidupnya. Sehingga kemungkinan hopelessness pun jadi besar. Bagaimana dia menjadikan harapannya terhadap dunia ini sebagai harapan besar. Contohnya kita punya harapan bahwa kita akan menemukan orang yang mencintai kita dengan utuh, tapi itu sifatnya temporer. Bisa bahaya jadinya kalau kita ditinggalkan karena dia memilih yang lain. Betapa banyak kita melihat orang yang putus asa dalam hidupnya setelah kehilangan sesuatu yang dianggap besar, nggak pernah mendapatkan apa yang dia harapkan.

Harapan bisa jadi hal yang berbahaya jika itu terlalu berlebihan. Kita memang butuh harapan dan kita pasti berharap untuk terus punya alasan hidup. Jadi kita harus sangat berhati hati meletakkan dimana harapan kita, hati hati membersihkan harapan kita.

Thursday, November 17, 2022

keempat

Bacaan halaman 56-64

Hari ini saya membaca pada bab yang baru "Feels like I dont have any reason to live" rasanya seperti kita ngga punya alasan lagi untuk hidup. Dimulai di halaman 56, pada buku tersebut dituliskan perasaan terburuk seseorang bukan marah, sedih atau kecewa tapi kondisi kita ketika udah nggak peduli lagi dengan apapun, nggak punya motivasi lagi untuk melakukan apapun. Hopelessness. Ketika harapan hilang, hidup jadi berasa nggak ada makna lagi, jadi merasa "buat apa sih lanjutin hidup kalo gini terus?" ketika harapan kita dikalahkan, besar kemungkinan akan digantikan dengan hopelessness. Nggak ada lagi keinginan untuk membuat harapan baru, yang membuat kita sulit untuk bangkit. ketika merasa nggak kuat lagi, rasanya jadi yaudah gimana lagi? giving up, menyerah. Karena semua krisis harapan bermula dari basic yang sama, kesadaran bahwa kita nggak punya kontrol dan akhirnya merasa terpuruk, merasa semuanya percuma. Dan itu berefek pada kehidupan kita sehari-hari, memicu indikasi masalah mental.

 Sebuah studi oleh Rose dan Abramson menyatakan ada korelasi positif pada three pessimistic tendencies terhadap depresi kronis, yaitu cause, seperti seseorang yang salah menganalisis penyebab terjadinya peristiwa negatif dalam hidupnya, dia akan menyalahkan sesuatu yang di luar dirinya agar berkesan dirinya tidak salah. Yang kedua, consequence. Melihat akan ada konsekuensi negatif secara terus menerus. Jadi, ketika dihadapi dengan situasi negatif, dia berpikir akhirnya pasti akan buruk terus. Yang ketiga ada, self image. Pandangan terhadap dirinya yang sangat negatif. Karena pandangan mereka terhadap dirinya sangat negatig, mereka percaya merekalah penyebab segala kejadian negatif dalam hidupnya.

Sebenarnya masih banyak faktor lain penyebab depresi kronis. Tapi atribusi negatif tadi memainkan peran yang cukup besar. Maka untuk membantu orang di sekitar kita yang seperti ini, kita harus bisa membantu menghilangkan stigma negatif terhadap penyakit mental, dan kita bisa membantu dengan saling bercerita atau bersedia mendengarkan tanpa harus menghakimi. Kita bisa membantu mereka dengan hal kecil saja.

Tanaman Tomat

Hari ini to dan mat masih sehat-sehat aja. Masih sama kayak kemaren. Menurut penglihatanku mereka agak sedikit tinggi dan ngga layu kayak hari pertama. Oiya, hari ini aku juga ga lupa buat nyiramin mereka. Hari ini belum ada perubahan yang banyak juga, masih samaa kayak kemarin.




Wednesday, November 16, 2022

ketiga

Bacaan halaman 36-51

Hari ini saya mulai membaca pada halaman 36. Pada halaman tersebut dituli
skan "Understanding our childhood" semua pelajaran dan kejadian yang kita dapat pada masa kecil, biasanya sifatnya memahami apa yang ada di luar kita, tapi kita malah menjadi lupa untuk memahami diri kita sendiri. Padahal masa kecil memegang pengaruh besa untuk masa dewasa kita. Masa kecil adalah masa pembentukan karakteristik. Pada masa itu kita mulai mengenal hubungan, interaksi, kita juga mulai belajar mengenai sebab-akibat. Pada masa ini, kita mencari role model, yang kebanyakan adalah orang tua kita sendiri. Masa kecil adalah masa ketika kita merasa udah melakukan semua yang terbaik yang kita bisa, bahkan kita terus dituntut untuk melakukan  yang terbaik. Masa kecil adalah masa ketika idealisme kita pelan-pelan diruntuhkan oleh realitas yang terjadi. Dan akhirnya mulai mempengaruhi perilaku dan sifat kita, yang menimbulkan emosi-emosi negatif. Masa kecil semua orang itu complicated.

"Orangtua adalah tempat dimana kita menaruh kepercayaan kita, sekaligus tempat kecewa pertama kita"

Tapi yang kita ketahui juga orang tua juga manusia, mereka tidak sempurna, mereka melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Mereka bukan standar kebenaran sehingga penilaian dan perlakuan mereka terhadap kita bisa salah. Dan kita harus menerima, memahami semua ini, kita masih punya kendali akan jadi orang seperti apa di esok hari. Menerima masa kecil kita itu emang nggak gampang, tapi kita juga berharap buat bisa menerima itu. Kita sebagai anak juga nggak sempurna maka they did the best they can, so you need to do your best you can. Kita pasti punya orang tua dengan sifat yang berbeda beda, mungkin sulit untuk menerima itu semua. "Its easy to do nothing, but its super hard to forgive." Mau balas dendam pun apa saat sudah tercapai akan menjadi lebih baik? memang kita puas tapi pasti hanya sementara. Satu-satunya jalan untuk kita buat terus maju dengan mulai, mengalah, bukan karena kita kalah tapi karena kita bijaksana.

Dengan begitu, kita pasti bisa menerima. Dengan begitu, kita pasti bisa terus maju, Dengan begitu kita bisa mulai fokus dengan hal yang lebih penting. We're not helpless kids anymore, kita bisa mulai memberi daripada terus terusan menuntut. Dengan begitu, kita bisa mulai berdamai dengan diri kita sendiri. Banyak pelajaran yang bisa saya dapat dari bacaan tadi, kita diajak untuk menerima diri kita sendiri walaupun banyak masa lalu yang sebenarnya tidak kita inginkan. 

Tanaman Tomat

Sudah hari ketiga semenjak aku menceritakan tanaman tomatku. Hari ini tomatku masih sama dengan kemarin, belom nunjukin perubahan yang beda banget. Aku juga ga lupa buat nyiremin tanaman tomat. Ngga banyak yang bisa aku ceritain hari ini, intinya tomatku masih sama kayak kemarin. Fotonya gelaapp, karena aku motonya pas malem ☝🏼


Tuesday, November 15, 2022

kedua

 Tanaman Tomat

Hari ini diawali dengan cerita tanaman tomatku. Pagi hari, aku ngga lupa buat nyiramin dia biar tumbuh makin tinggiii. Aku ngasih nama mereka to sama mat, karena biar gampang dipanggilnya. Hari ini ada dua tangkai yang copot karena kemaren emang udah layu :((( tapi gapapa belajar dari pengalaman biar ga biarin tanaman tomat di luar keujanan wakakak. Hari ini tomatku belum keliatan beberapa perubahan, tapi aku yakin  dia bakalan tumbuh tinggii dan berbuah yang banyaakk. "namun selama nafas berhembus, aku kan mencoba"




Bacaan buku hal 22-33

        Self esteem. Pada buku ini dituliskan self esteem itu tingkatan di mana seseorang memiliki nilai dan kepercayaan bahwa dia berharga. Nggak cuma bagi diri sendiri, tapi bagi dunia ini. Self esteem juga menentukan bagaimana seseorang mau terus berusaha melewati tantangan dalam hidup, dan bagaimana mereka memandang kegagalan. Sangkut pautnya dari halaman sebelumnya adalah tentang bagaimana cara orang tua mengasuh anaknya, dampak panjangnya jika kita terus membenci dan kita tidak bisa memaafkan sesuatu. Karena self esteem berkembang dari waktu ke waktu, pengalaman dan orang tua punya peran disitu. Semakin bertumbuh dewasa juga kita harus memiliki self esteem yang baik. Dari kecil sudah dilatih, seperti kita harus merasa tetap berharga, nggak minder, mau menerima diri sendiri. Kita jadi bisa menentukan arah hidup, punya kepercayaan diri untuk mengambil sebuah keputusan. Jadi kita semua diajak untuk menanamkan hal positif atau berpikir dengan positif mulai dari kecil, karena pengaruhnya juga sampai kita dewasa nanti.

        Lalu pada halaman 27 sampai 33 dituliskan beberapa parenting styles. Mulai dari yang pertama, Authoritave Parenting yaitu hangat tapi tegas. Mereka punya demand atau tuntutan yang tinggi namun juga punya respons yang tinggi juga. Contohnya mereka memiliki banyak aturan dan anak mengikuti, maka akan ada respons yang diberikan contohnya seperti rewards. Jadi pola asuh seperti ini membuat anak merasa aman, mandiri, bertanggung jawab dan tentunya anak menjadi memiliki self esteem yang baik juga. Yang kedua ada Authoritarian Parenting, yaitu pola asuh yang memiliki tuntutan yang sangat tinggi namun tidak ada feedback atau respon yang diberikan. Hal ini membuat anak merasa memiliki banyak ntuntutan dan dituntut untuk menjadi sempurna, dan gampang merasa minder jika tidak melakukan sesuai ekspetasi. Tapi pola asuh tersebut juga ada good side effect nya, seperti anak menjadi semakin lebih mandiri dan pandai mengontrol diri sendiri. Lalu yang ketiga ada Uninvolved Parenting yaitu pola asuh yang kurang mendekatkan diri kepada anak atau kurang memberi perhatian. Dan membuat anak kurang merasa dipedulikan yang membuat anak juga semakin merasa bebas. Tapi pola asuh tersebut pasti punya beberapa faktor yang membuat seperti itu, karena setiap pilihan yang kita pilih punya pilihan untuk berakhir dengan baik juga. Dan yang terakhir adalah Permissive Parenting adalah tipe yang terlalu cinta, yang selalu memperbolehkan, atau bisa dibilang sulit buat bilang "nggak" Hal ini pastinya membuat anak menjadi manja, sulit untuk mengontrol diri. Lalu jika ditanya mana yang terbaik jawabannya pasti belum tentu karena kita juga tidak bisa menentukan mana yang terbaik itu semua tergantung dari diri masing-masing.

        Jadi yang saya dapat dari beberapa halaman buku saya tadi adalah tentang self esteem, bagaimana cara membentuk self esteem yang baik, contohnya dengan mau menerima diri, tetap merasa bahwa diri berguna dan berharga bagi diri sendiri maupun dunia. Dan juga yang saya dapat adalah tentang cara orang tua yang mengasuh anaknya, banyak pola asuh seperti yang disebutkan tadi. Tentunya memiliki sifat dan cara yang berbeda beda, pola asuh orang tua juga bergantung pada anak kedepannya. Tapi pasti setiap orang tua berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya.

Monday, November 14, 2022

pertama

What's So Wrong About Your Self Healing

        Buku yang saya baca berjudul "What's So Wrong About Your Self Healing" karya Ardhi Mohamad. Hari ini saya membaca pada halaman 9 sampai 22 pada bab "Feels like I have the worst parent." Pada buku tersebut dituliskan sejak kecil, kita udah dituntut untuk menjadi sempurna, dari situ kita punya keinginan, tapi kita juga memupuk harapan. Setelah kita dewasa, kita berasa ditampar kenyataan. Kita mulai sadar, semua nggak semudah itu, semua butuh usaha yang cukup besar. Dituliskan pada buku ini menyalahkan orang tua bukan solusi, itu nggak akan mengubah apapun, yang ada hanya menambah kemarahan, keputusasaan dan penyesalan.

        Seperti yang kita tau "a perfect parent doesn't exist" atau nggak ada orang tua yang sempurna, karena mereka juga manusia. Nggak ada panduan yang pasti tentang parenting yang baik, karena setiap situasi dan kondisi yang berbeda butuh penanganan yang berbeda juga. Pada halaman 18 dituliskan "mengajak untuk mulai dari diri sendiri, mulai untuk saling mengalah, saling memahami, mulai untuk mencari jalan keluar dan cukup menyalahkan faktor faktor apapun yang menimpa diri kita. 

        Jadi yang saya dapat dari membaca beberapa halaman dari buku tersebut adalah pastinya kita punya banyak keinginan yang kuat yang akhirnya menuntut kita untuk menjadi yang sempurna. Dan pastinya kita juga mendapat banyak tuntutan untuk kita menjadi nomer satu. Dan hal tersebut membuat kita semakin memupuk harapan. Tapi kadang kita kurang mendapat dukungan dari orang sekitar, tapi yang kita ketahui juga tidak ada orang yang sempurna. Pasti mereka sudah berusaha yang terbaik untuk kita begitupun kita juga sudah berusaha.


Tanaman Tomat

Kemarin tanaman tomatku kehujanan yang membuat tomatku sedikit layu, tapi aku berusaha memindahkan tomat itu ke pot dan memberi tanah agar dia tidak terlalu menyerap banyak air. Hari ini aku sudah menyiram tanaman saya pada pagi hari. Walaupun ada yang layuu tapi aku berusaha buat tomatnya tidak mati kayak perasaanku, bercanda.

Wednesday, November 9, 2022

SMA PL YK

https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fkebudayaan.kemdikbud.go.id%2Fbpcbyogyakarta%2Fwp-content%2Fuploads%2Fsites%2F37%2F2019%2F08%2FFOTO.DOK-BPCB-DIY.2010-4.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkebudayaan.kemdikbud.go.id%2Fbpcbyogyakarta%2Fkompleks-biara-bruder-fic-sd-dan-sma-pangudi-luhur%2F&tbnid=yuUWqIAo3aOAxM&vet=12ahUKEwjFlIf4lKD7AhUxluYKHdsWCQEQMygFegUIARDOAQ..i&docid=k7Sd8EgNNclygM&w=1200&h=806&q=sma%20pangudi%20luhur&ved=2ahUKEwjFlIf4lKD7AhUxluYKHdsWCQEQMygFegUIARDOAQ

Sekilas Tentang SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang terletak di pusat Kota Yogyakarta ini, semula adalah Sekolah Guru A ( Atas : dipersiapkan untuk menjadi guru SMP ) khusus untuk putra yang didirikan oleh para Imam Jesuit pada Bulan April 1942. Namun pada Tanggal 9 Agustus 1952 sekolah ini diserahkan kepada para Bruder FIC yang kemudian menempati gedung milik Bruder-bruder FIC di Jalan P.Senopati No.16, dan pada Tahun 1965 secara resmi dikelola oleh Yayasan Pangudi Luhur milik para Bruder FIC.

Tahun 1973 SGAK ini kemudian berubah menjadi SPG dan menerima siswa putri. Setelah perjalanan panjang dilalui, karena perubahan kurikulum yang terjadi pada Tahun 1989, maka SPG berubah menjadi SMA setelah dua tahun sebelumnya gedung sekolah pindah ke Jalan P.Senopati No.18 ( sampai sekarang )

Seperti bayi yang baru lahir, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta memulai kehidupan baru sebagai sebuah SMA, namun berkat usah keras dari orang-orang yang terlibat didalamnya, kini SMA Pangudi Luhur sudah mengalami banyak kemajuan yang cuup pesat terutama Fasilitas dan Sumberdaya Manusia di dalamnya. Sehingga tidak heran jika ditahun 2005 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Menerima Akreditasi dengan nilai A.

Dibawah pengelolaan para Bruder FIC, SMA Pangudi Luhur sungguh bertumbuh menjadi sekolah yang mengunggulkan nilai-nilai kehidupan dalam setiap ilmu yang ditawarkan. Sehingga setiap prbadi yang ada didalamnya akan bertumbuh dalam kesadaran bahwa melalui ilmu pengetahuan hidupku akan kubaktikan bagi Tuhan Yang Maha Esa.



Visi Misi

VISI SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

Terbentuknya pribadi beriman, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil dan terbuka dalam menghadapi tantangan zaman.


MISI SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

  1. Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang beriman.
  2. Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang berbudi pekerti luhur
  3. Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang cerdas
  4. Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang terampil
  5. Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang terbuka menghadapi tantangan zaman



TUJUAN SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA


Tujuan Umum

    Tujuan pendidikan menengah umum adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. (PP RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 26 ayat 2)


    Tujuan SMA Pangudi Luhur

    1. Menghasilkan peserta didik yang beriman tanpa membedakan agama, ras, suku dan tingkat sosial.
    2. Menghasilkan peserta didik yang menghidupi sikap kerja keras, tanggung jawab, setia, tangguh, jujur dan sederhana.
    3. Menghasilkan peserta didik yang berpengetahuan dan dapat diterima di perguruan tinggi.
    4. Menghasilkan peserta didik yang mampu menghargai dan melestarikan budaya lokal.
    5. Menghasilkan peserta didik yang berbudaya dan berwawasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.



    MARS SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA


    Setya Brata pra Setya

    Tertib tekun belajar, menuju cita2 Mulia

    Menggalang pribadi, budi, rasa dan daya

    Membina jiwa dan raga

     

    Putra putri SMA PANGUDI LUHUR Jogja, sadar masa depan

    Mengabdi panggilan, menuang jasa bagi sesama

    Mengabdi, berbakti, bagi Tuhan, nusa, dan bangsa

     

    Santo Jusup Mulia, pelindung sekolah

    Pembimbing, pembina bijaksana

    Teladan hidup ku, tegak gerak jiwa ku

    Bimbinglah aku selalu

     

    Putra putri SMA PANGUDI LUHUR Jogja, sadar masa depan

    Mengabdi panggilan, menuang jasa bagi sesama

    Mengabdi, berbakti, bagi Tuhan, nusa, dan bangsa