Saturday, December 3, 2022

kedua puluh

 Bacaan halaman 184

Hari ini saya membaca di bab baru "Feels like i was born failure" Kegagalan emang menyakitkan, kegagalan mrmbuat kepercayaan kita menurun drastiss. Ketika kita gagal, kita lanhsung memperburuk kepercayaan diri kita. Kita langsung menjatuhkan harga diri sendiri. Pemikiran kayak gitu membuat kita semakin terpuruk dan kehilangan harapan kedepannya. "dont be too harsh on yourself" Mungkin kita ditolak di satu atau dua tempat karena tempat terbaik untuk kita ada di tempat ketiga. Sekali lagi, kita gak pernah tau yang terbaik untuk kita. Trust the process. Ketika menerima penolakan, cukup ambil pelajaran dari situ, lalu cari apa yang bisa diperbaiki, bukannya malah menjatuhkan diri sendiri. "You're allowed to be sad or to be failed" Dan kita harus siap dengan kegagalan kita berikutnya karena semua juga pernah merasakan kegagalan tapi...










Refleksi tomat

Hari ini ga lupa buat nyiramin tomatku biar makin gede. Daunnya juga makin banyakkk.

Friday, December 2, 2022

ke sembilan belas

 Bacaan halaman 159-179

Masih melanjutkan tentang kemarin. Salah satu pola pikir yang harus ditanamkan pada orang orang dengan kecemasan berlebihan adalah dengan menerima ketidakpastian. Banyak hal yang gak bisa kita pastikan dan itu gakpapa. Kita nggak selalu tahu masa depan mana yang terbaik untuk kita dan kadang apa yang terjadi terbaik untuk kita. Mengubah pola pikir serta kebiasaan emang gak semudah itu, tapi ada caranya. Sadari bahwa kita punya pilihan - kita gak sempurna - forgive yourself - bermanfaat bagi orang lain - tujuan hidup.

Boleh gak sih khawatir soal masa depan? boleh aja asal sesuai porsinya. Ketika tanpa ada fakta yang mendukung tapi kita malah berburuk sangka aja sama takdir kita ke depannya. Kita bisa melakukan buat masa depan kita.


Thursday, December 1, 2022

ke delapan belas

 Bacaan halaman 150

Hari ini saya membaca pada bab yang baru lagi "Feels like I worry all the time" Kecemasan. Cemas itu wajar, wajar banget. Malah ini adalah salah satu mekanisme pertahanan hidup manusia. Bayangkan kalau kita gak bisa merasakan kecemasan. Masuk ke tempat berbahaya, nggak ada rasa cemas, malah biasa aja dan berakhir membahayakan diri sendiri. Jadi kita tetap membutuhkan kecemasan, namun kita juga harus kasih batasan untuk kecemasan. Kita perlu bisa membedakan antara prasangka dan prediksi. Prediksi = ada fakta. Prasangka = tanpa fakta. Memikirkan hasil yang belum tentu terjadi adalah sia sia. Karena belum tentu terjadi. Jadinya justru pusing memikirkan hasil dan gak maksimal dalam proses. 

Ketika kecemasan gak lagi normal menjadi ekstrem. Misal mereka yang khawatir tentang segalanya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. mereka memikirkan banyak hal dengan berlebihan, biasanya sampa ada gejala susah tidur, ketakutan dan lainnya. Kecemasan nggak lagi menjadi sesuatu yang baik ketika kita gak bisa memahami sebuah ancama dan mengolah reaksi yang kita keluarkan. Yang memperburuk kecemasan biasanya adalah perasaan cemasnya, mempercayai pemikiran yang irasional. Padahal kemungkinan terjadinya skenario negatif di pikirannha sangatlah kecil bahkan gak masuk akal. Sehingga dia menolak melakukan suatu hal yang justru membuatnya semakin cemas dan berasumsi terburuk. Padahal kalau kita hadapi juga gak papa.

Orang orang dengan kecemasan berlebih terus menerus mereka butuh kepastian, mereka ingin mengetahui "masa depan" Dan ketika nggak mengetahuinya, mereka dihadapkan sesuatu yang baru, mereka merasakan kecemasan itu.